pengabdian hari ke delapan
Persiapan konsumsi untuk pembacaan burdah
Hari ini merupakan hari terakhir mahasiswi baru mengikuti rangkaian acara mastama di kampus, sekaligus perayaan ulang tahun kemerdekaan Indonesia dan tentu saja program asrama diliburkan.
Untuk mengisi kegiatan malam, kami berniat mengadakan pembacaan burdah. Untuk konsumsinya sendiri kami berniat membuat makanan yang disukai hampir setiap kalangan, yaitu sempol ayam, tapi kali ini kami membuat yang versi ekonomisnya tanpa ayam.
Kami berlima bekerja sama untuk membuatnya, proses yang paling menguras tenaga adalah saat menggorengnya, karena memerlukan teknik untuk menggulung sempol tersebut dengan telur yang di buat seolah itu adalah telur gulung.
Untuk pembuatan adonannya sendiri terbilang cukup mudah karena bahan yang digunakan juga mudah di dapat, seperti bawang putih, tepung tapioka, tepung terigu dan bahan dapur lainnya.
Kami cukup antusias dalam mengerjakan kegiatan ini, karena ini pertama kali kami mencoba untuk membuatnya.
Akhirnya sempolan versi ekonomis kami jadi dan di bagikan kepada para mahasiswi yang ada di asrama. Dan kami sangat bersyukur ternyata rasanya bisa dibilang cukup memuaskan.
Pembacaan Burdah
Setelah sholat Isya berjama'ah, kami semua bersiap-siap untuk pembacaan burdah. Semuanya antusias menyambut ide kami untuk mengisi kegiatan malam ini.
Pembacaan burdah kali ini dipimpin oleh salah satu pembina serta 2 orang mahasiswi. Kami semua sangat bersemangat dalam mengikuti pembacaan burdah kali ini.
Setelah pembacaan burdah selesai kami semua menuju dapur untuk makan bersama. Meskipun sederhana, kebersamaan seperti ini sangat sulit didapatkan jika kami dirumah masing-masing.
Komentar
Posting Komentar